Entah tuntutan dari mana, kita selalu saja ingin memberikan
sesuatu yang terbaik yang bisa kita lakukan di hari jadi orang-orang yang kita
cintai. Tak perlu menunggu beberapa minggu sebelumnya, kadang seseorang sudah
kebingunan jauh berbulan-bulan sebelum hari H. Bahkan mungkin saja kau justru
sudah berfikir kado apa yang akan kau berikan ketika kau baru saja memberikan
kado tahun lalumu . Aku pikir ini bukan
lagi sekedar tuntutan biasa, tapi sudah menjadi sebuah kutukan yang siap
menerkam ketika kau salah melangkah. Seperti kutukan sang pangeran kodok, kau
mungkin takut akan selamanya terlihat buruk jika kau belum mendapatkan ciuman
bahagia atas apa yang dia dapatkan. Tapi itu tidak mudah, apalagi setelah kau
menerima kado di hari ulang tahun mu kemarin, ku rasa kau tak akan mau membuat
sesuatu yang biasa-biasa saja. Aku tahu itu.
Kau mungkin bingung apa yang harus kau berikan pada kekasih
yang selalu mengirimimu makanan ini. Membuatkannya juga makanan?, Ahh.. ku rasa
tidak. Untuk sebuah bubur ayam saja kau mesti membeli yang instan.
Membuatkannya sebuah gambar seperti yang selalu dia lukiskan untukmu juga ku
pikir kau takkan sanggup, tulisan tanganmu saja untung kalau masih bisa
terbaca. Dan ku pikir, membuatkannya sebuah novel adalah pilihan yang bijak.
Bukannya kau memang ahli dalam mengolah kata?! J
Selain foto, tulisan memang selalu menjadi pilihan seseorang
untuk mengabadikan suatu moment. Tulisan tak akan pernah habis dibaca, meski
kau akhirnya lupa pernah hadir di dalamnya. Menuliskan kisah tentang kalian
harusnya mudah bagiku, saya sudah menyaksikan banyak momen yang kalian lewati. Tapi
ternyata menulis bukan bidangku. Mungkin tulisan ini akan membuatmu tertidur
saat membacanya.
Aku masih ingat ketika kau bercerita tentang cinta yang
datang menyentuhmu tiba-tiba. Kau sepertinya takut, akalmu menyangkal kehadirannya.
Tapi tetap saja kau diam dibuatnya. Suasana tersihir seketika. Kau seperti
melihat bidadari kecil yang selama ini bersembunyi dibalik kecantikannya. Dia
berjalan diatas sepedanya, mengayuh sambil menikmati dinginnya subuh memeluk
tubuhnya. Dia terlihat biasa saja, hanya kau yang mulai bertingkah aneh dengan
sepedamu. Kau menyusuri tepian jalan raya itu tepat dibelakangnya, menatapnya
tanpa sedikit pun berkedip. Kau melihat seperti ada cahaya yang memancar
darinya, padahal matahari kala itu belum juga menampakkan diri. Masih sangat
gelap.
Ini bukan cerita cinta pada pandangan pertama, kisahmu tidak
berlaku disitu. Kau sudah selalu melihatnya dengan setelan busana muslimah
anggun, rok panjang sampai mata kaki, baju yang indah, dan jilbab rapi yang
menutupi kepalanya. Tapi tampilan cantik itu sama sekali tidak menggetarkan
hatimu, kau justru jatuh cinta dengan kesederhanaan yang diperlihatkannya saat
bersepada di dini hari. Hanya ada celana traning, baju kaos yang mungkin di
pakainya tidur semalam, jaket dan jilbab asal-asalan. Dan benar saja untuk apa
mencari yang sempurna, jika sederhana itu membuatmu bahagia.
Saya selalu dibuat tertawa ketika dia, gadis pujaanmu itu
terlihat manja. Apa lagi saat penyakitnya kambuh. Saya yakin, bukan obat itu
yang sepenuhnya menyembukan, 90% karena perhatian dan elusan sayangmu. Kalian
sadar tidak? Kalian itu pasangan yang selalu merasa benar, selalu menggurui, sudah
banyak nasihat cinta yang kalian berikan. Saya percaya, kalian memang pandai
memberi solusi cinta. Tapi untuk orang lain, untuk hubungan kalian ku rasa
tidak. Kadang kau bahkan lebih gila dariku ketika masalah itu menerpamu. Kau
seperti orang kesetanan, rambutmu nampak lebih keriting dari biasanya.
Sebenarnya, masih ada banyak hal yang ingin ku paparkan
tentang kalian, tentang aroma parfum alami yang kau hasilkan dari badanmu yang
jarang tersentuh air, tentang betapa kau suka hidung kutukan kekasihmu, atau
bahkan tentang kebiasaan menelpon perempuan sok tegar itu dibalik bantalnya. Kalian
sangat beruntung bisa saling memiliki. Perempun penyayang dan kau, laki-laki
pengertian dan sangat perhatian. Aku harap, kau benar-benar bisa menjaganya.
Oia, maafkan kekasihku yang selalu menguping pembicaran kalian saat bermesraan
di tengah malam, keksihku sepertinya memang pandai berpura-pura tidur padahal
telinganya masih terbangun :D. Satu
pesan di akhir paragraf, kali ini saya akan menuliskannya dalam bahasa kode
seperti yang biasa kalian lakukan, ‘kmhgml nki ktipms njpld’. Yang artinya,
‘sekian dan terima kasih’ :D
Happy
b’day for u my cousin..
