Selasa, 14 Agustus 2012

kau lupa mengucap rindu malam ini_


3.15 
Aku tersentak di tengah-tengah kantukku, saat lelah baru saja akan lenyap bersama malam. Dalam gelapnya ruang ini, ku dapati  dirimu masih terlelap. Terus saja kau tertidur dalam duniamu. Entah sudah berapa banyak pagi yang kau lewatkan tanpa memberi kabar. Dan malam ini, lagi-lagi kau lupa mengucap rindu. Atau mungkin kau sudah tak ingat bagaimana kisah ini pernah ada??
Kau tak pernah lagi datang membawakan sebungkus martabak manis dan menghabiskannya bersamaku. Di beranda itu dulu kau banyak bercerita tentang hari yang kau habiskan di kampus, memimpin rapat organisasi yang kau ketuai, atau hanya sekedar mendengarmu mengkritik buku yang baru saja kau beli. Dan tak jarang kau memilih diam, menatapku, sambil sesekali menyeduh teh dalam cangkirmu. Aku suka itu. Tak ada suara, hanya tatapan yang berucap lirih cinta itu sederhana saja. Cukup menatapmu, dan ku rasakan teduh menyentuhku’.
Aku masih ingat puisi yang kau kirimkan ketika aku disembunyikn waktu tanpa peduli disana kau menunggu dan terus mencari. Aku biasa saja, menganggap itu hanya sebuah coretan tangan seorang penggila cinta yang rindu disapa sang pujaan. Sebuah tulisan lusuh yang usang, tak berarti. Tak ada makna yang ku dapat. Hingga ku baca lagi dan ku rasakan getaran gelisah disetiap katanya. Rindu itu begitu kuat ternyata. Dan benar saja, ‘Kau takkan pernah tau sakit itu seperti apa, sampai kau benar-benar merasakannya’

Dan puisi ini mengantarkanku pada kenyataan bahwa, dulu aku juga pernah lupa mengucap rindu di setiap malammu..

Engkau kini dimana sayang??
Aku cari kau di dunia maya, kau tak ada
Aku mencarimu dalam kotak pensilku,
hanya kertas lusuh yang bertebaran
Aku cari kau di rumah, tapi rumah terkunci rapat

Engkau kini dimana??
Aku mencari di toko-toko buku, keramaian menghalangiku
Aku menelusuri lorong-lorong kontrakan,
tepi sepi yang bermunculan
Aku panggil kau, kau tak menyahut
Aku berteriak, suaraku tenggelam oleh bising klakson mobil

Engkau kini diman?
Aku sms kau, tapi tak dibalas
Aku telpon kau, HPmu tak aktif
Aku mengirim pesan lewat radio,
tapi kabur terbawa ketidakpastian

Engkau kini dimana?
Aku cari kau diranting-ranting pohon,
tapi dahannya rapuh dan aku terjatuh
Aku cari kau disela-sela adzan masjid,
aku dibuat tuli karenanya

Kemana lagi harus mencari?
Aku mengunjungi lautan, suara ombak menampar wajahku
Aku bertanya pada langit, langit tak menyahut
Aku menyeru matahari, ia asyik bermain dengan senja

Aku harus kemana lagi?
Atau aku harus berbuat apa?
Aku memilih diam, aku sakit
Aku bersembunyi pada gelap, aku takut pada bayanganku
Aku mencari lagi, kau tetap tak muncul
Aku terus mencari, kau tak berbekas

Aku mesti mencari kemana?
Atau mungkin, aku yang telah menghilang??

Senin, 13 Agustus 2012

Malam Galau_













Malam menertawakan kesendirianku
Lalu menatapku diam
hahahaha.... tawanya kembali menggema
dan lagi-lagi dia diam
"Tingkah yang aneh" fikirku..

Dalam bingung kembali kutunggu tawa itu
1,2,3,.........51,52.. waktu terus saja berdenting
Yang ku temui hanya coretan-coretan wajah penuh kesedihan
Malam mulai menunduk..
Dan kini terdengar isak tangis dari arahnya..
Hmmmm....
"benar-benar malam yang galau!!!"