Biarkan
saja malam habis dalam gelap. Biarkan aku disini dan hilang bersama dingin. Jangan
kamu tanya bintang itu, dia tak tau persembunyianku. Jangan pula kamu memohon
pada bulan. dia mungkin akan memilih diam. Menunggulah, semoga esok mentari
berbaik hati meminjamkan sedikit sinarnya untuk menunjukkan keberadaanku.
Walaupun aku berharap, mendung terus disini, hingga kaki mu mulai lelah menanti.
Lalu,
sekarang kamu maunya apa?
Kamu
tahu? Hujan bukan lagi sahabat yang akan kamu agung-agungkan keromantisannya.
Hujan kali ini tak berpihak, derasnya justru semakin mengaburkan jarak pandanganmu
dari tempatku berdiri. Dan sebentar lagi tubuhmu akan menggigil di buatnya.
Kamu
mau apa lagi?
Teriakan
mu itu percuma, angin dengan sekejap membawanya. Lagi pula, siapa yang peduli?
Kamu merontah-merontah sekali pun tak akan membuat seseorang menengok ke arah
mu. Kamu justru terlihat semakin bodoh.
Pergilah,
apa lagi yang kamu cari?

0 komentar:
Posting Komentar